2026-07-21
Memahami dan Aplikasi Aman Filler PDLLA
Pelajari tentang filler PDLLA, perbandingannya dengan filler sebelumnya, tindakan pencegahan, dan teknik injeksi yang aman untuk hasil terbaik.


Halo,
Kami adalah Klinik Bedah Plastik SNU Cheongdam.
Hari ini kami akan berbagi informasi tentang
filler PDLLA.

Filler PDLLA saat ini mendapatkan perhatian yang mirip dengan
filler Sculptra (PLLA) atau Ellanse (PCL) di masa lalu,
namun memerlukan pendekatan yang cermat
dalam karakteristik dan aplikasinya.
Pelajaran dari PDLLA dan Filler Sebelumnya
Filler PDLLA seperti Juvelook diproduksi sebagai
partikel mikropori berbentuk bulat,
meningkatkan ukuran partikel dan
keseragaman dibandingkan PLLA.
Keuntungannya adalah laju degradasi yang terkontrol,
mendorong pembentukan kolagen yang seragam.
Namun, meskipun ada perbaikan ini,
nodul non-inflamasi (granuloma) dan
reaksi granulomatosa telah dilaporkan,
sehingga diperlukan kehati-hatian.

Filler PLLA Sculptra
mulai digunakan untuk pengobatan atrofi wajah terkait HIV pada tahun 2004,
dan mendapatkan persetujuan FDA pada tahun 2009 dan 2023,
menyebar di pasaran.
Namun, dalam beberapa kasus,
pembentukan nodul atau
jaringan parut telah dilaporkan.
Ellanse (PCL) juga,
meskipun efek volumenya,
pembengkakan atau
edema kompresi limfatik
telah diamati pada penggunaan dosis tinggi.
Tindakan Pencegahan PDLLA
🌟 Ketidakpastian Respons Imun
PDLLA bertahan di dalam tubuh
sekitar 18-24 bulan dan
meningkatkan elastisitas kulit melalui proses berikut:
Setelah injeksi, makrofag
memfagositosis partikel PDLLA
▼
Aktivasi jalur NRF2 dan IL-10
▼
Stimulasi fibroblas untuk
meningkatkan COL1A1, COL3A1, dll.
▼
Meningkatkan regenerasi kulit
Ini adalah metode yang bergantung pada mediasi biologis,
berbeda dengan stimulasi mekanis filler asam hialuronat (HA).

🌟 Respons Imun dan Perbedaan Individu
PDLLA merangsang makrofag dan
fibroblas in vivo untuk
meregenerasi kolagen dan
meningkatkan elastisitas kulit,
namun karena ketidakpastian
respons yang dimediasi imun,
hasilnya dapat bervariasi antar individu.
Perbedaan individu ini membuat
prediksi efek prosedur menjadi sulit.
🌟 Aplikasi dan Tindakan Pencegahan Berdasarkan Area
Area yang Cocok
Area pipi yang kaya jaringan lunak (zona malaris)
Bagian atas lipatan nasolabial
Area yang Membutuhkan Perhatian
Area di bawah mata dan sekitar bibir yang memiliki sedikit jaringan lunak
memiliki risiko akumulasi kolagen yang tidak simetris.
Area yang banyak bergerak seperti leher dan sekitar mulut
memiliki risiko pergeseran filler atau penggumpalan.
Teknik Injeksi untuk Aplikasi Aman

Untuk penggunaan filler PDLLA yang aman,
teknik berikut direkomendasikan:
Teknik Hiperdilusi
Dilarutkan dengan larutan garam fisiologis atau lidokain
untuk memperluas distribusi partikel dan
mengurangi risiko nodul.
Teknik Gauntlet
Injeksi berulang dalam lapisan tipis dari berbagai arah
untuk mencegah akumulasi lokal yang berlebihan.
Pendekatan Progresif
Diberikan dalam 2-3 sesi dengan interval 4-6 minggu
untuk menginduksi respons imun secara bertahap.
Catatan untuk Meminimalkan Risiko
Penyaringan Pasien
Pasien dengan riwayat respons inflamasi yang berlebihan atau
harapan yang tidak realistis
dikecualikan dari prosedur.
Pendekatan Anatomis
Aplikasi terbatas pada area dengan ketebalan yang stabil,
seperti pipi bagian tengah wajah dan bagian atas lipatan nasolabial.

Terapi Kombinasi
Penggunaan bersamaan dengan filler VYCROSS·HA atau
perawatan laser dapat
meningkatkan efek instan dan keamanan.
Pemantauan Pasca-Prosedur
Observasi distribusi filler dengan USG dan
pemantauan selama beberapa bulan
untuk memeriksa timbulnya nodul atau granuloma.
Jika ditemukan kelainan,
terapi steroid dini atau
perawatan laser dilakukan.
Yang dapat diharapkan dari filler PDLLA
adalah regenerasi kulit dan
peningkatan volume sedang.
Karena adanya perbedaan respons imun antar individu,
disarankan untuk menargetkan peningkatan bertahap sekitar 50%.
Filler PDLLA
bukanlah solusi ajaib,
tetapi harus didekati sebagai
salah satu alat yang harus digunakan dengan tepat
berdasarkan pelajaran dari filler serupa di masa lalu.
✔️ Situs Web
✔️ Saluran KakaoTalk (klik gambar di bawah untuk pindah)



Pertanyaan yang Sering Diajukan
Efek apa yang dapat diharapkan dari filler PDLLA?
Filler PDLLA dapat diharapkan untuk meregenerasi kulit dan meningkatkan volume sedang. Ia bekerja dengan merangsang makrofag dan fibroblas dalam tubuh untuk meregenerasi kolagen dan meningkatkan elastisitas kulit.
Apa saja efek samping yang mungkin terjadi setelah prosedur filler PDLLA?
Setelah prosedur filler PDLLA, nodul non-inflamasi (granuloma) atau reaksi granulomatosa telah dilaporkan, sehingga diperlukan kehati-hatian. Pembentukan nodul atau jaringan parut juga pernah dilaporkan pada filler PLLA di masa lalu.
Area mana yang cocok untuk prosedur filler PDLLA?
Filler PDLLA cocok untuk area pipi yang kaya jaringan lunak (zona malaris) dan bagian atas lipatan nasolabial. Area-area ini memiliki ketebalan yang relatif stabil sehingga dapat diaplikasikan dengan aman.
Area mana yang harus dihindari saat melakukan prosedur filler PDLLA?
Area di bawah mata dan sekitar bibir yang memiliki sedikit jaringan lunak harus dihindari karena risiko akumulasi kolagen yang tidak simetris. Selain itu, area yang banyak bergerak seperti leher atau sekitar mulut memiliki risiko pergeseran filler atau penggumpalan.
Apa saja teknik injeksi yang aman untuk filler PDLLA?
Untuk injeksi yang aman, teknik hiperdilusi (Hyperdilution), teknik gauntlet (Gauntlet), dan pendekatan progresif dengan pemberian 2-3 kali dengan interval 4-6 minggu direkomendasikan. Ini membantu mengurangi risiko efek samping.
Bagaimana perawatan pasca-prosedur setelah filler PDLLA?
Setelah prosedur, distribusi filler harus diamati dengan USG dan dipantau selama beberapa bulan untuk memeriksa timbulnya nodul atau granuloma. Jika ditemukan kelainan, terapi steroid dini atau perawatan laser dapat dilakukan.